Vaksinasi Mandiri di Puskesmas Loboniki Secara Gratis , Erlius Minta Maaf

  • Bagikan

( Erlius Naga Woge, pedagang kelapa dari Kampung Ndondo, foto : RD )

DetikFlores.Com || Ende – Erlius Naga Woge, pedagang kelapa dari Kampung Ndondo, Desa Nuanaga, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan permohonan maaf  terkait pernyataannya di Media ini (Senin, 19 Juli 2021) mengenai vaksinisasi mandiri berbayar di Puskesmas Loboniki.

Hal ini disampaikan oleh Erlius Naga Woge, Rabu (21/07/21) bahwa pernyataannya itu salah karena dia belum menelusuri secarah lebih dalam perihal vaksinasi mandiri berbayar tersebut.

Adapun pernyataan yang disampaikan oleh Erlius melalui Media ini,  “Saya merasakan dampak yang sangat besar karena untuk bisa akses ke Kota Maumere, saya harus divaksin paling kurang dua kali, dan biayanya itu, satu kali vaksinis 1 juta rupiah, kalau dua kali, ya, 2 juta rupiah, di Puskesmas Loboniki,”(DetikFlores.Com, Senin, 19/07/2021) membuatnya harus mengklarifikasi lagi dan meminta maaf.

“Saya, atas nama pribadi dan keluarga, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Puskesmas Loboniki terkait dengan pernyataan saya, yang menyatakan vaksinasi berbayar di Puskesmas Loboniki,” ujar Erlius.

Begitu juga dengan pernyataan sebelumya tentang prioritas vaksinasi di desanya,  “Vaksinisasi yang berlaku di Desa Nuanaga, Kecamatan Kotabaru diprioritaskan untuk para aparat Pemerintah, lalu bagaimana dengan kami masyarakat yang diwajibkan harus vaksinisasi dua kali, baru bisa berakses ke Kota Maumere untuk jual barang dagangan kami, tolong kami diperhatikan oleh Pemerintah,” (DetikFlores.Com, Senin, 19/07/20521).

Setelah menelusuri secara lebih dalam, ternyata vaksinasi yang dilakukan oleh pihak Puskesamas Loboniki itu bagi Aparat Pemerintah dan Guru secara gratis. Oleh karena itu, sekali lagi Erlius menyampaikan permohonan maafnya kepada para pihak yang telah dirugikan atas pernyataannya tersebut. Dia pun berharap agar dimaafkan.

“Iya, sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala Puskesmas Loboniki dan Tenaga Medis lainya, dan seluruh pihak yang sudah merasa dirugikan atas pernyataan saya sebelumnya, semoga saya dimaafkan,” tutup Erlius. (RD)

  • Bagikan