Dugaan Pencurian Terumbu Karang di Taman Nasional Komodo Manggarai Barat Marak

  • Bagikan

( Kepala Balai Taman Nasional Komodo ( BTNK ) Saat di temui di ruang Kerjaanya, foto : Ziliwu )

 

 

DetikFlores.Com || Labuan Bajo – Dugaan pencurian terumbu karang di Taman Nasional Komodo (TNK) Manggarai Barat marak selama dalam 1 bulan akhir ini.

Sesuai dari sumber DetikFlores.Com menyebutkan, bahwa oknum para pencuri tersebut bekerja sendiri sendiri dengan menggunakan perahu motor kayu dan dalam aksinya itu tanpa sepengetahuan petugas penjaga Pos TNK, para oknum melakukan pada siang hari dan malam hari mereka berjumlah kurang lebih 10 perahu dan setiap dalam  1 perahu berjumlah 1- 5 orang.

Modus yang dipakai yaitu berpura pura menjadi nelayan biasa sebagai pemanah ikan biasa, namun setelah berada di lokasi yang ada terumbu karang mereka memulai menyelam dan mengambil terumbu karang.
Alat yang di gunakan pahat,palu,kaos tangan,dan menggunakan senter menyelam jika aksinya pada malam hari.

Titik lokasi pengambilan terumbu karang di Pulau Siaba, Pulau Mangiatan, Pulau Mauwang, Batu Bolong,Tatawa Kecil, Taka Makasar,dan Gilimota bagian Selatan Wilayah Taman Nasional Komodo.

Setelah selesai mengambil terumbu karang jenis coral di bawah laut,untuk sementara mereka menaruh diatas perahu motor kayunya dan setelah itu mereka  turunkan dan simpan atau sembunyikan terumbu karang di laut di depan  satu Pulau yang tidak kena gelombang dan arus dan tidak diketahui orang.

” Karna harus disimpan dulu kalau tidak diletakkan di air laut maka akan mati terumbu karang itu nanti. Mereka menaruh di atas rak piring bekas atau di simpan dalam karung terumbu karangnya lalu mereka turunkan tenggelamkan di dasar laut di kedalaman mulai 2 – 6 meter intinya tetap kena air dan tidak diketahui orang banyak,”kata sumber Detikflores.Com.

Setelah 3-4 hari di kumpul dan disimpan di Satu Pulau, mereka datang ambil kembali secara diam diam dan membawa untuk dijual ke Bajo Pulau, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, aktifitasnya ini biasanya mulai dari Pukul 7 malam hingga Jam 2 Subuh berangkat ke NTB dengan menggunakan perahu kayunya masing masing.
Dan para pembeli di Bajo Pulau NTB telah siap menunggu pembawa terumbu karang jenis Coral Akarium laut kesana.

Penghasilan yang di dapat dalam satu perahu setiap satu kali penjualan ke Bajo Pulau, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai rata rata  puluhan juta rupiah.

Sementara itu, dugaan pencurian terumbu karang jenis Coral Akuarium Laut ini di benarkan juga oleh para nelayan yang kesehariannya memancing dan jaring ikan.

“Jadi kami sasaran kalau saat mancing atau jaring ikan. Kami yang hanya pemancing dan jaring ini setiap kalau ketemu petugas Patroli dilaut kami digeledah semua. Satu yang berbuat tapi kami yang  kena sasaranya,” kata para nelayan yang berdomisili di salah satu pulau di Kecamatan Komodo yang enggan namanya ditulis.

Menurut mereka, perbuatan para nelayan yang melakukan hal tersebut sangat meresahkan nelayan lainya, sebab dapat dipastikan bisa merusak ekosistim laut.
Sehingga, pihaknya berharap agar Pemerintah setempat dapat segera melakukan penyelidikan dan tindakan dari dugaan kasus tersebut.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Lukita Awang saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan akan melakukan pendalaman terkait informasi dugaan pencurian terumbu karang itu.

“Kami akan dalami informasinya. Kami dalami , kami selidiki dulu,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Pada Senin 19 Juli 2021. ( Ziliwu )

  • Bagikan