Ditinggal Rekanya, Jamaludin Nelayan Pulau Messah Terombang Ambing Selama 4 Jam di Tengah Laut

  • Bagikan

( Jamaludin Korban yang di Tinggalkan Oleh Rekannya, foto  : Ziliwu )

DetikFlores.Com || Labuan Bajo – Miris 15 orang nelayan Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, tega meninggalkan rekanya selama 4 jam terombang ambing di tengah laut pada hari Minggu, ( 25/07/21)

Jamaludin (42), seorang nelayan korban yang di tinggalkan rekanya disaat sedang melaut di lokasi Pulau Sebayur pada Minggu dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Ia terombang ambing selama 4 jam di tengah laut.

Setelah terombang ambing di tengah laut selama empat jam lebih akhirnya Jamaludin di temukan dan di selamatkan oleh perahu lain yang kebetulan lewat di depan lokasi tersebut di Pulau Sebayur tempat dia hanyut terbawa arus pada jam 05.00 Wita dengan posisi mengapung.

Menurut hasil konfirmasi saat di temui oleh Awak Media Detikflores.Com  di kediamanya di Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar, Ntt, pada Minggu  Sore 25 Juli 2021, ia membenarkan kejadian yang dia alami itu.

Lanjut Jamaludin menjelaskan, awalnya pada hari Sabtu 24 Juli 2021 sekitar pukul 17.00 Wita mereka berangkat dari Pulau Messah bersama 16 rekanya, dan sampai di Pulau Sebayur 17.45 Wita dengan tujuan menyelam panah ikan.

Pada pukul 19.00 Wita dirinya dan rekanya mulai turun ke bawah laut menyelam panah ikan  di Pulau Sebayur Kecil   dan pada pukul 22.00 Wita mereka naik semua ke perahu dan melanjutkan pindah lagi Perahu motor ke Pulau Sebayur Besar dengan posisi dirinya lagi tidur untuk istirahat sebentar.

Lebih lanjut, Pada jam 01.00 Wita Jamaludin turun menyelam lagi dengan posisi rekanya yang 5 orang sedang menyelam ke bawah laut dan sementara rekanya yang 9 orang posisi berada di perahu motor  dan mereka mengetahui saat dirinya turun menyelam yang ke dua kali itu.

“Sementara Jamaludin masih menyelam di bawah laut rekanya naik semua ke perahu motornya dan langsung pindah ke Pulau Kenawa berjarak 2 kilo tanpa mengingat lagi kalau Jamaludin masih berada di bawah laut.
Dan selama rekanya berada di Pulau Kenawa selama satu jam setengah namun mereka tetap tidak mengingat dirinya, ” saya masih dibawah laut masa mereka naik ke perahu tidak ingat saya baru mereka ingat setelah sampai di Labuan Bajo, tutur Jamaludin sambil menangis.

Jamaludin bersyukur karna untung di tolong oleh perahu lain yang kebetulan lewat di depanya.
Ia mengakui bahwa selama 4 jam lebih dirinya bertahan hidup terapung  melawan arus, angin, dingin, gelap gulita, dan penuh rasa takut dan trauma sambil menangis dan mengingat ank istrinya.

Jamaludin tiba di rumahnya di Pulau Messah pada pukul 08.00 Wita di sambut oleh keluarganya dengan dia dan tangis. karna pagi sebelumnya dirinya dihebohkan telah hilang dan telah heboh di Pulau Messah dan di Kabupaten.

“Heboh satu Desa, sudah banyak yang menangis, istri saya pingsan untung tidak mati,” tuturnya.

Jamaludin berharap semoga perilaku seperti ini bisa di tidak oleh instansi setempat agar tidak terjadi lagi pada orang banyak karna resikonya sangat fatal sekali bisa membahayakan nyawa seseorang. Kalau di diamkan saja ini pasti makin merajalela kedepan.

“Masa  sampai malam ini saya tunggu tunggu namun satu orang pun diantara mereka tidak ada yang datang kerumah saya untuk menjelaskan perilaku mereka ini. Malah justru mereka salahkan saya lagi,” tutup jamaludin dengan penuh kecewa. ( Ziliwu )

  • Bagikan