Belajar Pengelolaan Pariwisata, Tujuh Desa dari Sikka Studi Lapangan di Detusoko Barat

  • Bagikan

( Peserta studi lapangan tentang Pengelolaan Pariwisata di Desa Detusoko Barat, foto : RD )

DetikFlores.Com || Ende – Sebanyak 40 peserta dari 7 Desa Kabupaten Sikka melakukan studi lapangan tentang Pengelolaan Pariwisata di Desa Detusoko Barat kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Rabu 7-Kamis 8 September 2021. 7 desa terdiri atas 3 desa di kepulauan yakni desa Kojadoi,  Desa Perumaan, Desa Kojagete, dan 4 desa di daratan yakni Desa lewomada, Desa Egon Desa Waerterang dan desa Darat Pantai. 40 an peserta ini terdiri atas pemerintah Desa, pengurus Bumdes, kelompok sadar wisata dan pelaku usaha.

Goerge Roni Valentino, Kepala Bidang  Kelembagaan Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka menuturkan 40 peserta dari Maumere datang belajar di Detusoko Barat dalam hal Pengelolaan Desa Wisata. Sebelumnya 2 hari kami belajr teori dengan narasumber di Maumere dan saat ini kami
Studi lapangan, melihat langsung dan lebih banyak hal yang digali khusus terkait kelembagaan. Di sini kami temukan pokdarwis dan Bumdes, lembaga adat dan pemerintah bersinergi bekerjasama, tambah George di sela sela kegiatan di Kantor Desa Detusoko Barat, Kamis 8 September 2021.

Gerorge melanjutkan Kelembagaan itu harus mulai digerakan kembali selama ini sudah kurang, lembaga adat dibentuk di Sikka tapi tidak jalan. Palingan penyelesaian masalah. Terkait alasan mengapa belajar di Detusoko Barat, Kita selalu mengikuti postingan tentang Detusoko barat di media sosial dan juga menjadi desa prestasi dan kami pingin belajar di sini. Kami temukan sangat kompak, baru satu tahun lebih tetapi kelihatan makanya kita bawa peserta belajar di sini. Kami berkomitment tahun depan kami ke sini lagi untuk belajar, tutur George

Koordinator pelatihan  pengelolaan desa Wisata, Kondradus Rindu menambahkan pelatihan yang kami lakukan di Maumere lebih banyak teori, dan Detusoko barat kami belajar karena desa ini lagi buming yang dilakukan masyrakat sudah kelihatan. Ada 3 hal yang kami temukan di sini yakni, management terbuka antara pemerintah, lembaga adat dan gereja. Perlu seorang pemimpin muda yang energik, dunia sekarang dunia digital, kita harus melek digital kalau tidak kita digilas jaman. Sejalan dengan George, Kondradus yang juga ketua ASSITA Kabupaten Sikka menuturkan Detusoko Barat sangat menghargai pemangku adat, mengapa karena lembaga adat memiliki peran penting dalam mendukung pariwisata. Di sini satu untuk semua, ada spirit bersama,  Ini kami dari maumere perlu pelajari, tambah Rindu.

Sementara itu perwakilan
Peserta Badingsalasa kepala seksi kepemerintahan Desa Parumaan menyampaikan apresiasi kepada Desa Detusoko Barat, ada banyak yang kami dapatkan, kami melihat secara langsung di lapangan tentang bagaimana pengelolaan pariwiaata. Ada ilmu dan pengalaman dari kegiatan ini, kami terimaksih kepada dinas pariwisata Kabupaten Sikka  yang sudah memfasilitasi kegiatan dan juga Desa Detusoko Barat yang sudah menerima kami  dan kami melihat dan belajar bahwa pengelolaan pariwisata dampaknya bagus untuk masyarakat. Dan kami mencoba setelah pulang dari sini kami bisa terapkan sedikit nanti.

Sementara itu Stanislaus Satu Ketua Pokdarwis Niraneni Desa Detusoko Barat kepada para peserta pelatihan menyampaikan aneka tips dan pembelajaran terkait dengan kelompok sadar wisata, bgamana pokdarwis dengan aneka unit kegiatan, sanggar homestay dan juga dan bagaimana peran tetua adat dalam mendukung pembangunan di Desa. Stanis yang juga perwakilan dari tua adat menguatkan para peserta bahwa kita diberikan talenta untuk berbuat sesuatu, memang ada banyak tantangan namun jadikan tantangan untuk kita terus berkembang maju dan mendukung membangun Desa.

Nando Watu Kepala Desa Detusoko Barat menyampaikan terimaksih kepada dinas Pariwisata Kabupaten Sikka melalalui 40 peserta dari 7 Desa bisa datang belajar di Detusoko. Ini sebuah kolaborasi dan saling belajar bersama, teman teman kita dari maumere beljar Detusoko sebagai bagian dari saling mengisi, berbagi pengalaman dan pengetahuan, dan saling inspirasi. Kami dari Detusoko belajar dari kawan kawan maumere begitu pula sebaliknya, tutur nando.

Nando, Kepala Desa Detusoko Barat ini menambahkan pentingnya rasa saling belajar antara Desa wisata. Desa Detusoko Barat menjadi juara 3 festival binaan bank NTT dan masuk 50 besar kategori Desa wisata karena saling terbuka dan mau belajar dan saling berbagi. Kita memberikan peran lebih banyak kepada kelembagaan yang ada di Desa untuk terlibat dalam kegiatan di Desa.

Pantauan media ini para peserta dan panitia disambut dengan hangat oleh warga Desa Detusoko Barat melalui tarian adat penerimaan, peserta masuk rumah adat Suku Rini, berdialog dengan tetua adat, menikmati tarian suguhan sanggar Daudole Pokdarwis Niaraneni, dialog tentang bundes dan Pokdarwis  dan acara ramah tamah si lepalio Cafe Detusoko dan peserta di bagi ke homestay homestay para penduduk lokal. ( RD )

  • Bagikan