Merasa Diancam Ketua Fraksi PDI Perjuangan Lapor ke Polres Ende

  • Bagikan

( Ketua fraksi PDI Perjuangan kabupaten Ende, Vinsen Sangu, foto : RD ) 

DetikFlores.Com || Ende – Ketua Fraksi PDI Perjuanagn Vinsen Sangu mengaku di ancam oleh segerombolan orang yang tidak di kenal pada saat mendatangi kantor DPRD Kabupaten Ende dan menemui ketua DPRD untuk  mencari bahkan mengancamnya, adalah bentuk premanisme yang merusak tatanan berpemerintahan dan berdemokratisasi yang baik.

Hal ini disampaikan oleh Vinsen Sangu kepda media, kamis ( 16/09/21 )

Vinsen mengatakan Sikap kritisnya kepada pemerintah daerah selama ini adalah perwujudan dari pelaksanaan fungsi-fungsi DPRD yang sedang di emban khususnya fungsi pengawasan sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Persoalan-persoalan yang saya suarakan diantaranya kekosongan pimpinan OPD yang dijabat oleh Pelaksana tugas, kelalaian dalam pembayaran honorer GTT, penggunaan anggaran BTT, pengalokaan Dana Insentif Daerah yang jauh dari unsur keadilan dan pemerataan, lemahnya perhatian pemerintah terhadap tenaga kesehatan sukarela, permutasian ASN yang sarat kolusi dan nepotisme adalah sebagian kecil permasalahan kerakyatan dan daerah ini yang menuntut Kepala Daerah dan segenap pemerintah daerah untuk memiliki sensitivitas dan responsif terhadap persoalan-persoalan ini.

” Langkah dan sikap kritis saya ini adalah bentuk dukungan saya kepada pemerintah daerah agar sungguh-sungguh menjalankan roda pemerintahan yang baik, bersih, berwibawah dan profesionalisme yang menjawabi harapan rakyat. Selain itu, sikap kritis saya ini pula adalah bentuk tanggungjawab moral terhadap kepemimpinan saat ini baik sebagai tim inti dalam kerja pemenangan politik yang telah mengantarkan pak Djafar Achmad ke kursi Bupati maupun tanggungjawab saya sebagai kader PDI Perjuangan dalam mengawal, menjaga dan memastikan kepemimpianannya sungguh berpihak dan menjawabi harapan rakyat yakni keadilan, kesejahteraan dan demokratis,” Ujarnya.

Vinsen menambahkan Atas sikap segerombolan orang-orang yang datang mencarinya di kantor DPRD Kabupaten Ende itu, sangat membuatnya tidak nyaman, kuatir dan tidak fokus menjalankan tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Untuk itu, demi menjaga keamananya dan keluarga, menjaga perdamaian dan menghindari konflik yang meluas, Vinsen mengadukan masalah yang berbentuk premanisme ini ke kepolisian resor Ende.

” Saya meminta kepada Kepolisian Ende untuk menjaga keamanan bagi saya dan keluarga, dan saya meminta kepada Bupati untuk tidak menghadirkan prakek premanisme dalam menjawabi sikap kritis saya maupun lembaga DPRD Kabupaten Ende dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap jalannya roda pemerintah daerah ini,” Ungkap Vinsen

  • Bagikan