NTT Penyumbang Buta Aksara Nomor Tiga di Indonesia

  • Bagikan

DetikFlores.Com || Ende – Provinsi NTT menjadi penyumbang buta aksara nomor tiga  di Indonesia dengan prosentase mencapai 4,24 persen dibawah Provinsi Papua yang menempati nomor urut satu serta Provinsi NTB di nomor urut dua.

Widya Prada Ahli Muda pada Direktorat  Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Dikjen PAUD, DIKDAS dan DIKMEN Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Doktor Untung mengatakan hal tersebut pada saat pelaksanaan kegiatan pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM), Sabtu (16/10/2021) di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.

Dikatakan ada beberapa kondisi permasalahan yang melatarbelakangi pentingnya gerakan Indonesia membaca atau gerakan literasi nasional untuk dilaksanakan karena Indonesia masih termasuk anggota Negara Ekonomi 9 yaitu Negara – Negara yang jumlah penduduk yang paling besar di dunia tetapi masih memiliki penduduk buta aksara.

“Indonesia saat ini jumlah buta aksara usia 15 – 59 tahun berjumlah 2,9 juta orang atau 1,71 persen berdasarkan data BPS Tahun 2020. Sementara di Kabupaten Ende diatas rata-rata nasional 3,42 dari jumlah penduduk,”ujarnya

Sementara itu Ketua Panitia Gerakan Indonesia Membaca, Dorothea Dhema,S.Sos dalam laporannya mengatakan hasil survei UNESCO tahun 2012 menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada paling rendah jika dibandingkan dengan negara – negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Indeks baca masyarakat Indonesia hanya 0,001, artinya dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang memiliki minat membaca. Angka ini sangat jauh jika dibandingkan dengan angka minat baca masyarakat di Singapura yang memiliki indeks 0,45 persen.

Menurut Dorothea rendahnya minat baca mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, sehingga diperlukan upaya – upaya strategis untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai unsur, yaitu unsur pemerintah secara lintas sektoral, lembaga swasta dan masyarakat. (ria Prokompim).

*Bupati Ende Ajak Bangun Budaya Literasi di Bumi Pancasila*

Bupati Ende, Drs Djafar Achmad mengajak semua komponen baik pribadi maupun keluarga dan juga masyarakat  untuk membangun budaya literasi di Bumi Pancasila karena banyak dampak negativ yang ditimbulkan dari rendahnya budaya literasi.

Hal ini dikatakan Bupati Ende, Drs Djafar Achmad dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Ende, Drs. Abraham Badu, saat membuka kegiatan Gerakan Indonesia Membaca (GIM), Sabtu (16/10/2021) di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.

Menurut Bupati Djafar dampak negative yang ditimbulkan dari rendahnya budaya literasi yakni tingginya angka putus sekolah, merebaknya kebodohan yang tidak berujung dan meluasnya kemiskinan, meningginya angka kriminalitas maupun rendahnya produktifitas kerja serta rendahnya sikap bijak dalam menyikapi informasi yang mana orang gampang terprovokasi berita bohong.

Pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) menjadi awal yang baik untuk mengkampayekan, membudayakan kebiasaan membaca pada masyarakat Kabupaten Ende.

Bupati Djafar berharap kedepannya agar Gerakan Indonesia Membaca (GIM) tidak hanya sekedar kegiatan seremonial tetapi sebagai titik awal yang terus berkelanjutan dan terus meningkatkan serta mengedepankan mutu literasi dari waktu ke waktu.

“Mari kita hidupkan budaya gotong – royong untuk memperkuat budaya Literasi dan semangat perjuangan pencetus ide brilian Pancasila Soekarno. Literasi pancasila kita bumikan dari Ende, rahimnya Pancasila, kuatkan Literasi di Bumi Pancasila, Demi Ende Pintar, Ende Juara, Ende berbudaya,”kata Bupati Djafar. ( RD )

  • Bagikan