Warga Pulau Messah Dikeroyok Oleh Tiga Orang Pemuda

DetikFlores.Com || Labuan Bajo – Berawal dari kebahagiaan Umar (45) warga pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dikeroyok oleh tiga pemuda pada Kamis (28/7/2022) malam lalu.

Akibat dari pemukulan tersebut mata Umar memar, leher, kepala, dan bagian belakang badan memar sakit, mengalami luka berat semua dan hingga saat ini korban tidak bisa melihat serta tidak bisa beraktifitas apa apa.

“Saya pada saat itu posisi sedang joget tiba tiba langsung dipukul oleh tiga orang pemuda kejadianya pada hari Kamis (28/07/2022) sekitar jam 23.00 wita malam dan langsung tidak sadar dan hingga saat ini saya susah melihat mata saya sakit sekali pak” ungkapnya saat ditemui oleh media ini, Kamis (04/07/2022).

Dan atas kejadian tersebut, Umar bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mabar pada Sabtu (30/7/2022) lalu dengan  Laporan Polisi Nomor: LP/B/183/VII/2022/SPKT/Res Mabar/ Polda NTT.

Umar lebih lanjut menjelaskan, sebelumnya permasalahan ini sudah dilakukan mediasi di kantor desa akan tetapi karna pihaknya tidak merasa puas akhirnya dilanjutkan ke Polres Mabar.

“Bagaimana kami bisa terima untuk damai pak coba hanya luka ringan saja ya itu kami masih bisa kami maafkan tapi ini luka berat masalahnya jadi untuk apa ada hukum di negara ini kalau ujung ujungnya damai jadi tidak salah kalau kami lapor ke Polres saja,” ungkapnya.

Dia pun berharap agar kasus ini ditindak lanjuti secara hukum dan pihak pelaku ditindak sesuai dengan perbuatan dan hukum yang berlaku.

“Saya berharap kepada Kepolisian penegak hukum agar kejadian yang menimpa diri saya ini serta laporan saya di tindaklanjuti dan para pelaku biar ditindak sesuai undang undang yang berlaku biar sebagai pengalaman untuk yang lain juga ke depan,” harap Umar.

Salah seorang saksi AR, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengatakan ketiga pemuda  memukul korban sampai jatuh.

“saya melihat pada saat Umar (korban) sedang joget dan tidak buat masalah kok tiba tiba langsung Inisial AL pukul matanya Om Umar mata bagian kanan, dan setelah itu Umar (korban) langsung jatuh terus dua orang rekan pelaku pukul lagi,” tambahnya.

Lanjut AR, menjelaskan bahwa dirinya juga sempat merelai antara pelaku dengan korban akan tetapi para pelaku tidak menghiraukan dan tetap ngotot untuk terus memukul korban.

“Saya sempat tahan mereka pak agar tidak pukul lagi tetapi mereka tidak hiraukan mereka pukul terus dan langsung lari,” jelas AR sebagai saksi mata pada saat malam kejadian itu.

Sementara itu, Pjs Desa Pasir Putih, Ibrahim Hamso, membenarkan atas kejadian penganiayaan yang dialami oleh Umar (korban).

“Iya benar pak kejadian itu dan korban  malam itu ya kondisinya sangat parah sekali terutama di bagian matanya,” kata Ibrahim Hamso Pjs Desa Pasir Putih kepada media ini pada Jumat (5/7/2022).

Ibrahim lanjut menjelaskan, terkait kejadian tersebut pihaknya sudah mencoba melakukan mediasi untuk damai di Desa namun tidak ada titik terang karna menurut mereka penganiayaan ini termasuk penganiayaan berat.

“Memang kita sudah lakukan upaya pak agar masalah ini diselesaikan di Desa akan tetapi kita juga melihat bahwa korban mengalami kondisi parah sekali apalagi di bagian matanya ini belum tentu bisa melihat secara normal lagi kedepan sehingga pihak keluarga korban melanjutkan laporanya di Polres dan kami tidak bisa menahan mereka karna itu adalah hak semua orang menuntut keadilan apalagi ini penganiayaan berat,” tutur Ibrahim.

Pihaknya berharap, agar kasus ini bisa diselesaikan secara adil dan sebenar benarnya sesuai kejadian yang sudah terjadi kepada korban.

“Kami berharap semoga kasus ini di selesaikan secara hukum dulu biar sebagai pelajaran juga bagi pelaku dan   yang lain lebih berhati hati lagi kedepan untuk tidak buat onar lagi di Desa ini intinya biar ada efek jera dulu karna kami disini seperti mereka tidak hargai lagi pak,” harap Hamso.

“Sakingnya juga setiap ada acara disini sekalipun ada dari pemerintah desa dan aparat dari TNI Polri namun mereka sama sekali tidak pernah takut pak mereka tidak hargai tetap mereka buat onar,” tutupnya.

Pantauan media ini di lapangan, bahwa selama ini setiap ada acara di Pulau Messah, Desa Pasir Putih, tersebut, selalu terjadi keributan sekalipun pihak dari Pemerintah Desa, TNI, Polri, ada di lokasi setiap ada acara dan selalu menghimbau untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban namun tetap tidak dihiraukan dan rata rata keributan terjadi dipicu oleh pengaruh minuman keras. [Ziliwu]

error: Content is protected !!