Miris! Nelayan di Mabar Mengeluh Membeli Solar Subsidi Rp 12.500 Sampai Rp 15.000 per Liter

DetikFlores.Com || Labuan Bajo – Nelayan di Manggarai Barat mengeluh lantaran membeli solar subsidi mulai Rp 12.500 hingga Rp 15.000 per liter. Hal tersebut, di ungkapkan Inisial WT (45), salah satu nelayan asal Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), yang dimana pada akhir pekan ini harga solar subsidi (BBM) di desanya melambung tinggi.

“Kami nelayan di desa ini mengeluh pak sejak pemerintah menetapkan harga BBM ini dimana dalam akhir pekan ini harga solar subsidi disini kami beli mencapai Rp 12.500 per liter di kios dan itupun kami setengah mati untuk bisa beli karna terlalu mahal kami tidak mampu,” ungkapnya kepada media ini pada Senin (12/9/2022).

Lanjut, WT (45) menjelaskan para nelayan merasa heran dengan harga penjualan di kepulauan yang sangat melambung tinggi sementara harga standar nasional Solar subsidi hanya Rp. 6.800 per liter dan Pertalite Rp 10.000 per liter.

“Kami sangat heran kenapa para penjual di kios kios di sini jual kepada nelayan mencapai sampai Rp. 12.500 per liter sementara pembelian mereka di pangkalan hanya Rp 6.800 per liter dan Pertalite hanya Rp 10.000 per liter ini benar benar sangat merugikan masyarakat sekalipun dengan harga tersebut kami ikuti tapi itupun setengah mati ada pak dan darimana ceritanya mereka jual segitu tinggi,” keluh WT dengan nada kesal.

Akibat dari harga tersebut WT (45) lebih jauh menjelaskan, para nelayan di desa itu sendiri sebagian tidak melaut karna tidak sanggup membeli solar dengan harga Rp 12.500 per liter.

“Ya sekarang karena dengan harga solar subsidi tersebut terlalu mahal maka akibatnya kami nelayan banyak yang tidak melaut hingga saat ini tidak ada yang sanggup beli dengan harga itu pak ini harga yang membunuh masyarakat,” imbuhnya.

Nelayan di kepulauan, berharap kepada Pemerintah Pusat dan Daerah serta terutama kepada penegak hukum agar memperhatikan nasib dan keluhan yang dialami oleh nelayan saat ini.

“Kami berharap kepada pemerintah agar memperhatikan apa yang kami alami saat ini lebih lebih kepada penegak hukum untuk menelusuri mencari dan kalau bisa ditangkap para penjual yang mencari keuntungan besar dan yang merugikan masyarakat intinya kami mendukung kepolisian bila terbukti dipenjarakan saja mereka,” harap WT perwakilan nelayan kepulauan tersebut dengan tegas.

“Jika bisa kami mohon kepada kepolisian agar turun langsung ke pulau pulau untuk mencari para penjual BBM dengan harga tinggi ini mereka keterlaluan tolong bantu kami,” tambahnya.

Sementara itu Ibrahim Hamso, Pjs Pulau Messah Desa Pasir Putih, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi oleh media DetikFlores.Com pada Selasa (13/9/2022) pagi membenarkan hal tersebut.

“Iya itu benar. Saat ini harga solar subsidi di kepulauan dan salah satunya di Pulau Messah sudah mencapai Rp 250.000 sampai Rp 300.000 per jiregen yang isi 20 liter jadi itu sama dengan Rp 12.500 sampai Rp 15.000 per liter ini sangat luar biasa,” kata Hamso.

Lanjut Hamso, akibat dari hal itu nelayan di Pulau Messah hingga hari ini banyak yang tidak melaut karena tidak sanggup membeli solar subsidi dengan harga yang sangat tinggi.

“Dampaknya sekarang sudah banyak nelayan yang tidak melaut kenapa? ya karena tidak sanggup membeli harga segitu pak kasihan sekarang nasib nelayan jika mereka tidak melaut apa untuk biya hidup mereka sementara harga barang kebutuhan sekarang sudah naik semua sungguh keterlaluan para penjual penjual solar ini disini,” pinta Hamso dengan nada kecewa.

Hamso, menghimbau kepada seluruh para penjual di kios kios di kepulauan agar jangan terlalu mengambil keuntungan yang sangat tinggi yang mengakibatkan nelayan mengeluh.

“Kami himbau kepada seluruh para penjual BBM secara khususnya di Pulau Messah agar jangan terlalu mahal lah dijual kasihan nelayan kan harga modal standarnya kita sudah tau hanya Rp 6.800 per liter tapi koq bisa jadi Rp 12.500 sampai Rp 15.000 per liter mereka jual itu sudah salah ini sangat merugikan orang banyak nanti jika  kena tangkap bagaimana karna kami sudah sering juga ingatkan,” tutur Ibrahim .

Pjs Hamso, berharap kepada Pemerintah Pusat dan Daerah serta kepada Kepolisian untuk sama sama melakukan pengawasan terkait dengan keluhan masyarakat terutama terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepulauan.

“Kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah pusat dan daerah serta kepolisian untuk melakukan pengawasan serta menindak setiap para pemain mafia BBM ini terutama di kepulauan jika tidak di atasi maka mereka makin merajalela mengambil kesempatan di atas penderitaan rakyat kecil mohon bapak bapak polisi turun ke lokasi jika kedapatan mereka pemain itu ditangkap saja kami siap mendukung karna mereka hanya memperkaya diri sendiri saja,” harap Hamso.

“Mohon dibantu kami pak kasihan masyarakat,” tutup Hamso.

Pantauan media DetikFlores.Com di lapangan, bahwa solar subsidi yang dijual oleh para penjual di Pulau Messah kepada nelayan di kepulauan sumbernya dari Labuan  Bajo membeli dengan harga Rp 6.800 per liter sementara dijual kepada para nelayan dengan harga mulai Rp 12.500 sampai Rp 15.000 per liter artinya dalam 1 jiregen isi 20 liter harganya Rp 250.000 sampai Rp 300.000.

Dan harga pertalite dijual Rp 25.000 satu botol isi 1.5 liter. Jadi artinya harga penjualan pertalite mencapai Rp 16.600 per liter.

Untuk diketahui uraian biaya pengambilan BBM dari Pangkalan di Labuan Bajo ke Kepulauan :
Biaya buruh (jasa ojek ) dari SPBU ke Dermaga tempat perahu Rp 5.000 per jiregen.
Biaya sewa perahu (kapal ojek) dari Labuan Bajo ke Pulau hanya Rp. 5.000 per jiregen.
Dan biaya buruh dari Dermaga di Pulau ke setiap rumah pemilik kios Rp 5.000 per jiregen.

Dari semua biaya ini publik bisa menyimpulkan berapa biaya yang sebenarnya dikeluarkan oleh para penjual BBM dalam setiap per liter, dalam setiap 1 jiregen isinya adalah 20 liter.

Nelayan di kepulauan dalam dua pekan dan hingga hari ini hampir 70 persen tidak ada yang melaut karna tidak sanggup membeli BBM terpaksa berdiam di rumah.   [Ziliwu]

error: Content is protected !!